
Berita Game Online - Tidak mampu disangkal sebenarnya jika popularitas Apex Legends sebagai tidak benar satu game Battle-Royale paling baik selagi ini merasa makin lama mendominasi. Berkat akses free-to-play, microtransaction opsional serta gameplay berkualitas layaknya game multiplayer AAA, sejauh ini Apex Legends tetap meraih pujian tinggi dan tetap kebanjiran banyak pemain. Kesuksesan ini apalagi termasuk sukses mengembalikan kuantitas pemain berasal dari game Titanfall 2, yang merupakan game lainnya berasal dari Respawn Entertainment.
Walaupun mengimbuhkan efek yang terlalu positif bagi para gamer maupun developer, kesuksesan Apex Legends mampu jadi ancaman tersendiri bagi game Battle-Royale lainnya. Salah satunya adalah Call of Duty: Black Ops 4, yang termasuk sempat meraih pujian melalui mode Battle-Royale yang solid. Demi menjaga minat berasal dari para pemainnya, Treyarch bersama Activision belum lama ini memberitakan Kedatangan event paling baru bernama Operation Grand Heist.
Berbeda berasal dari update Black Ops 4 lainnya, kali ini konten yang ditawarkannya lebih melimpah merasa berasal dari dua map baru, sifat eksklusif Blackout, pengalaman bermain Zombie mode yang berbeda, dan masih banyak lainnya. Dan Bunting yang merupakan co-studio head Treyarch termasuk menyebutkan jika dia dan timnya telah tidak sabar untuk lihat reaksi para fans bersama update ini, karena konten yang ditawarkannya terlalu terlalu melimpah.

Update Operation Grand Heist rencananya dapat dirilis pada tanggal 22 Februari mendatang, dimana tambahan lebih dari satu kontennya dapat segera menyusul. Jika anda tertarik bersama base gamenya, Call of Duty: Black Ops 4 telah tersedia dan mampu dimainkan di PlayStation 4, Xbox One dan PC.